Twitter Facebook Feed

Kesehatan Remaja


1.      Pengertian Remaja
Masa remaja atau masa adolesensi adalah suatu fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seorang individu. Masa ini merupakan periode transisi dari masa anak ke masa dewasa yang ditandai dengan percepatan perkembangan fisik, mental, emosional, dan sosial dan berlangsung pada dekade kedua masa kehidupan. Dalam buku-buku Pediatri pada umumnya mendefinisikan remaja apabila telah mencapai umur 10 – 18 tahun untuk anak perempuan dan 12 - 20 tahun untuk anak laki-laki, WHO mendefinisikan remaja bila anak telah mencapai umur 10 - 19 tahun. Menurut Undang-Undang No. 4 tahun 1979 mengenai kesejahteraan anak, remaja adalah individu yang belum mencapai umur 21 tahun dan belum menikah. (Narendra, dkk, 2002: 138)
Menurut Hurlock (1981) remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. Monks, dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Menurut Stanley Hall dalam Santrock (2003), usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. Berdasarkan batasan-batasan yang diberikan para ahli, bisa dilihat bahwa mulainya masa remaja relatif sama, tetapi berakhirnya masa remaja sangat bervariasi. Bahkan ada yang dikenal juga dengan istilah remaja yang diperpanjang, dan remaja yang diperpendek. (Adib, 2009 http://netsains.com)
           
2.      Ciri-ciri Remaja
Gunarsa (1989), merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja, yaitu:
a.       Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.
b.      Ketidakstabilan emosi.
c.       Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.
d.      Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.
e.  Pertentangan didalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan - pertentangan dengan orang tua.
f.       Kegelisahan karena banyak hal yang diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya.
g.      Senang bereksperimentasi.
h.      Senang bereksplorasi.
i.        Mempunyai banyak fantasi, khayalan dan bualan.
j.    Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok. (Adib, 2009 http://netsains.com)

DAFTAR PUSTAKA

Asrori, Adib. Psikologi Remaja, Karakteristik dan Permasalahanya. Diakses 13 April 2009. http://netsains.com.

Narendra, Moersintowarti B. dkk. (2002). Tumbuh Kembang Anak dan Remaja. IKAPI: Jakarta.

Konsep Menopause


1.      Pengertian menopause
Menopause adalah haid terakhir yang dialami oleh seseorang wanita yang masih di pengaruhi oleh hormon reproduksi yang terjadi pada usia menjelang atau pada usia lima puluhan (Wahyunita, 2010:40)
2.      Tanda – tanda menopause
Menurut Waluyo (2010) ada 3 tiga gejala terjadinya menopause:
a.       Secara medis ada tiga gejala menopause yaitu: menstruasi yang kacau, semburan panas, dan keringnya vagina. Semua itu disebabkan oleh penurunan kadar estrogen yang diproduksi tubuh.
b.      Gejala – gejala lain yang kadang juga sangat mengganggu adalah gejala emosional yang disebabkan oleh meningkatnya kadar folikel stimulating hormon (FSH, hormone, perangsangan Folikel telur) dan luteinizing hormone (LH).
c.       Hormon estrogen diproduksi oleh kelenjar pituitary sebagai respon untuk menstimulasi hipotalamus diotak untuk mengaktifkan ovarium. Ketika siklus menstruasi kacau dan persediaan sel telur makin menipis, maka FSH dan LH diproduksi sangat banyak sampai 15 kali biasanya. Ini merupakan mekanisme tubuh mengaktifan kembali ovarium yang “mogok”. Pemeriksaan laboratorium yang mengindentikasikan tingginya kadar FSH dan LH menunjukkan bahwa pada saat itu anda memasuki masa perimenopouse. Berikut ini beberapa gejala emosi menopause yang disebabkan membajirnya FSH dan LH yang sering dialami wanita menjelang menopause. Suasana hati yang berubah – ubah, mudah marah dan mudah sedih tanpa sebab jelas.
1)      Depresi dan mengalami demensia
2)      Sering cemas dan gelisah tanpa sebab yang jelas
3)      Alergi meningkat
4)      Sulit tidur pulas, sering terbangun tanpa sebab. Selain itu masih ada beberapa gejala fisik yang sering dialami wanita menopause.
5)      Semburan panas (hot flashes), ini merupakan ciri khas menopause
6)      Banjir keringat disaat terjadi semburan panasnya maupun disaat tidur malam hari.
7)      Vagina mengering
8)      Jantung berdebar
9)      Kelelahan yang berlebpihan
10)  Gangguan kulit
11)  Gangguan sendi (osteoporosis)
12)  Kanker Payudara
13)  Nyeri saat berhubungan seks
14)  Intoleransi urine
(Waluyo, 2010).
3.  Berbagai masalah menopause
a.       Sering menjadi pelupa
Gejala lupa sudah pada usia 40-an, bahkan bisa pada usia 30-an. Lupa nama-nama, lupa meletakan benda-benda, lupa peristiwa yang belum lama terjadi, telmi (telat mikir) dan lainnya. Meskipun tidak menggangu secara fisik, namun memang semakin mengkhawatirkan karena merupakan salah satu gejala Alzheimer. Harap di ketahui bahwa ini bukan penyakit, melainkan kondisi normal yang dialami banyak lansia terutama wanita, disebabkan perubahan hormonal dan matinya sel-sel otak yang tidak tergantikan. Sel-sel otak yang rusak seharusnya diganti baru. Namun pergantian ini tidak secepat kerusakan sel yang terjadi sehingga setiap saat kita selalu kehilangan sejumlah sel otak yang tak tergantikan. Kehilangan sel otak sejalan dengan bertambahnya usia.
Namun gejala muda lupa sebaiknya jangan di abaikan karena membiarkannya akan membuat kondisi lupa menjadi tambah parah. Untuk menghambat atau mengurangi kondisi sering lupa, sebaiknya wanita menepouse yang mengalami pelupa ikut latihan GYM yang terbentuk senam khusus untuk otak. Masuklah dalam klub senam brain GYM terdekat.
Pemeo “Lebih tua lebih bijak”. Dengan cara yang sama dengan mempertahankan kebugaran tubuh, anda dapat mengatur kesehatan dan kebugaran otak anda.
b.      Sulit tidur pada malam hari
Paling umum dialami wanita menoupose adalah isomnia. Kondisi insomnia yang berkepanjangan akan meningkatkan produksi hormon-hormon stress yang lama kelamaan akan merusak keseimbangan hormon tubuh secara keseluruhan. Akibatnya adalah menurunnya imunitas tubuh. Banyak penelitian membuktikan bahwa umumnya 20-40 persen wanita mengalami gangguan tidur lebih banyak di bandingkan pria, pada usia 35 tahun. Sedangkan hasil penelitian juga membuktikan bahwa wanita menepouse membutuhkan tidur lebih banyak dibandingkan pria, pada usia 35 tahun. Sedangkan hasil penelitian juga membuktikan bahwa wanita menepouse membutuhkan tidur lebih banyak dari pada usia yang sama. Tidur membuat otak beristirahat, jantung berdetak lebih lambat, tekanan darah menurun, dan pembuluh darah melebar. Namun tidur tidak membuat lantas menghentikan tugasnya, pencernaan tetap bekerja optimal selama kita tidur. Demikian pula fungsi organ-organ tubuh, metabolisme tetap aktif membuang racun-racun toksin (toksin) yang terbentuk oleh pengrusakan sel yang diakibatkan oleh radikal bebas atau yang terbawa makanan dari luar. Proses peremajaan sel pun terjadi saat kita tidur. Kebutuhan tidur tidak sama pada setiap orang, namun kekurangan tidur dapat mengurangi kosentrasi, dan jika terjadi dalam jangka panjang dapat menurunkan daya tahan tubuh. Akibatnya tubuh mudah mendapatkan infeksi. Kurang tidur juga dapat menurunkan kadar kortosol darah sehingga kita mudah stress.      Tidur memulihkan energy fisik dan mental. Dalam tidur yang tidak mencukupi akan membuat kita mengantuk kelelahan, mudah marah, kurang kosentrasi, efesiensi berfikir kurang, dan motivasi kerja juga kurang.
Namun pada masa menepouse, insiomnia sering kali merupakan akibat dari emosi-emosi yang tidak terproses dan tersalur, seperti kemarahan, kesedihan, atau kecemasan yang sering menyertai perubahan-perubahan dalam kehidupan setengah baya. Kimiawi otak yang berperan dalam proses tidur mengalami perubahan-perubahan pada wanita di masa menepouse (karena menurunya kadar hormone-hormon wanita), dan semua itu juga mempengaruhi kondisi fisik kita.
c.        Semburan panas yang datangnya sering tak dapat diprediksi dan  disertai dengan keringat yang membanjiri.
Keringat yang membanjir berkaitan semburan panas atau hot flashes yang biasanya dimulai dari dada, menjalar ke leher lalu ke wajah. Seterusnya menyebar dan dirasakan diseluruh tubuh. Semburan panas tersebut disertai dengan keringat  yang membanjir. Inilah gejala utama menepouse yang lazim dialami wanita usia pertengahan. Semburan panas bisa muncul setiap saat, beberapa kali dalam sehari muncul dan menghilang. Keadaan ini tentu saja sangat mengganggu, terutama pada wanita Karier. Menurut Jande Vries dalam bukunya menepouse, gejala semburan padas dapat diredakan dengan berendam dengan air dingin, atau mandi dengan air dingin.
Penurunan kadar estrogen yang di produksi dalam ovary terjadi secara berangsur-angsur. Dengan demikian perubahan-perubahan yang menyebabkan munculnya berbagai gejala, bisa saja tidak terlalu parah, bahkan mungkin tidak di sadari oleh yang bersangkutan. Menurut Jande Vries, gejala hot flases dapat di kurangi dengan pola makan khusus. Hindari mengkonsumsi makanan pedas dan merangsang, hindari khusus, hindari pula minuman berakohol dan merokok.
Beberapa faktor sangat mempengaruhi intensitas dan kerapnya muncul semburan panas, yaitu pola makan, obat-obatan, dan pil kontasepsi. Menurut Jan de Vries, obat yang terbaik adalah menyibukan diri dengan berbagai aktifitas misalnya dalam organisasi sosial, dalam organisasi politik, bahkan dalam keluarga. Secara bertahap akan menghilang dengan sendirinya setelah tubuh menyesuaikan diri dengan ketiadaan hormone-hormone. Demikian pula semburan panas dan mandi keringat, suatu saat pasti akan menghilang dan kondisi akan normal kembali.
Menurut penelitian 70-90 % wanita mengalami semburan panas, meskipun tidak ada wanita yang erosis sama kadarnya. Artinya ada yang parah sampai merasa sangat terganggu, namun ada yang mengalaminya berkali-kali dalam sehari, namun ada yang hanya sekali atau beberapa hari sekali. Lama berlangsung gejala juga sampai bervariasi.           
d.       Sering bersedih tanpa sebab- sebab yang jelas
Kebanyakan wanita merasa hidupnya telah berakhir atau tidak bermanfaat lagi begitu dia menyadari bahwa dia tidak menstruasi lagi. Dia sedih tentu saja, dan merasa kehilangan saat-saat kesibukan yang disebabkan menstruasi. Kesedihan yang mendalam bisa menyebabkan depresi. Ketidak seimbangan fisik, yaitu fluktuasi kondisi hormoral yang terjadi seiring dengan bertambahnya usia (endogenous depression).
Depresi di iringi dengan rasa sedih, lelah berkepanjangan, kehilangan semangat / minat hidup, kehilangan selera makan, insomnia atau justru malas bangun pagi, dan sering menangis. Dan depresi yang tak tertanggulangi bisa menghancurkan hidupnya. Apabila jika dia tidak lagi memiliki teman hidup di sebabkan suaminya telah meninggal atau menikah lagi (exogenous depression).
Wanita menepouse membutuhkan perhatian atau dukungan dari anda, tepatnya dari anak-anak nya. Tidak Cuma dukungan materi, tetapi yang lebih penting adalah dukungan semangat.  Beri serta usulkan kepada wanita menepouse tersebut kesibukan yang menyita perhatiannya. Sering-sering minta nasehat atau bantuannya agar wanita menepouse merasa masih dibutuhkan, dan ajaklah wanita menepouse untuk berlibur sekeluarga
e.        Bersifat Melankolis, pendiam dan pemurung.
Wanita usia setengah baya (artinya dia sudah memasuki masa menepouse) bisa jadi mengalami perasaan melankolis. Perasaan melankolis di tandai dengan perasaan tidak bersemangat untuk hidup lebih lama di sebabkan tidak sanggup lagi menderita beban kehidupan. Perasaan seperti ini juga bisa terjadi pada orang – orang muda. Namun jika perasaan melankolis terjadi pada usia tengah baya, berarti penyebabnya adalah perubahan hormone, yaitu menurunya produksi hormone – hormone kewanitaan (disebabkan bertambahnya usia) yang berakibatkan kekacauan fungsi – funsi organ tubuh. Wanita menepouse merasakan kesedihan yang mendalam dan dia tidak sanggup lagi menerima beban batin inajinatif yang di rasakan merasa di tinggalkan, tidak di sayangi lagi sehingga timbul niatnya untuk bunuh diri. Perubahan cara berfikir dan cara menpresepsi suatu kondisi merupakan pertanda khas perilaku melankolis.
Pertimbangan karena itu dia orang yang serius dan tekun. Dia memasang standar tinggi didalam pekerjaan, Dia pun rela berkorban untuk itu, yaitu untuk hal – hal yang dia targetkan. Dalam berteman pun dia berhati – hati, sifatnya tertutup dan cenderung pesimistis, dia orang yang setia.

f.       Menjadi gemuk di usia lanjut
Lakukan pola makan sehat, menghindari lemak jahat dan kerbohidrat jahat. Makanlah lebih banyak sayuran dan buah segar. Hindari rokok dan minuman berakohol. Makanan – makanan yang di santap dimaksudkan untuk menormalkan insulin dan kadar gula darah, serta menyeimbangkan hormone – hormone. Tetapi umumnya olah raga yang cepat bagi wanita usia lanjut yang menepouse adalah jalan kaki, bersepeda, berenang, senam erobik ringan, dan taichi. (Srikandi Waluyo & dr. Budhi Marhaendra Putra,S.Ako,MHA).
1.      Cara Mengatasi Keluhan Menopause dan Cara Memperlambat Datangnya Menopause 
a.       Berbagai keluhan yang muncul akibat perubahan – perubahan menjelang menopause dapat diatasi dengan pemberian obat yang bersifat menggantikan fungsi hormone estrogen. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki sel – sel yang mengalami kemunduran.
b.      Mengkonsumsi vitamin yang berfungsi menghambat proses  penuaan.
c.       Olahraga yang cukup dan sesuai dengan usianya adalah salah satu cara untuk menyehatkan fisik. Dengan olahraga tubuh akan terhindar dari penyakit – penyakit yang rentan di hadapi oleh para lansia.
d.      Makan dengan menu seimbang dan sesuai kebutuhan, hindari makanan berlemak. Perbanyak makan sayuran dan buah – buahan yang dapat membantu proses metabolisme tubuh.
e.       Melakukan hobi yang dapat mendukung kesehatan bisa membuat perhatian teralihkan dari keluhan – keluhan menopause
f.       Tetaplah berkarya agar wanita menopause dapat mempertahankan rasa percaya dirinya.
g.      Terlibat dalam aktivitas – aktivitas keagamaan sosial.
h.      Bersosialisasi dengan lingkungan
i.        Berkumpul dengan orang – orang yang mempunyai masalah yang sama agar dapat bebrbagai pengalaman dan pengetahuan
j.        Berkomunikasi dengan suami dan keluarga agar mereka dapat memberikan support yang baik
k.      Tingkatan amal ibadah kepada Tuhan yang Maha Esa.
Zat gizi yang dapat membantu mengurangi keluhan menopause:
1)      Asam lemak omega 3 yang berfungsi untuk mencegah terjadinya depresi.
2)      Asam folat yang berfungsi untuk mencegah terjadinya depresi
3)      Zat besi untuk meningkatkan hemoglobin darah
4)      Kalsium untuk mengurangi keluhan hot flushes dan osteoporosis
5)      Vitamin D untuk mengurangi keluhan pada kulit dan tulang
6)      Sumber : Ikan berlemak, sayuran berdaun hijau, jus jeruk, daging merah, kacang – kacangan, bayam, kismis, sereal. Susu rendah lemak dan produk olahannya, ikan kaleng, ikan teri, tuna, salmon dll.
Pengobatan utama pada menopause adalah dengan memberikan terapy hormone estrogen dari luar atau dikenal dengan Hormone Replacement Therapy (HRT). Prinsip pemberiannya adalah : 
a.       Wanita yang masih memiliki uterus, diberikan kombinasi estrogen dan progesterone, penambahan progesterone ini bertujuan untuk menghindari resiko terkena kanker endometrium.
b.      Wanita yang sudah tidak memiliki uterus, diberikan estrogen aja secara continue.
c.       Wanita yang masi haid diberikan estrogen secara sekuensial.
d.      Wanita yang masih menginginkan terjadinya menstruasi diberikan secara continue.
e.       Jenis estrogen dan progesterone yang diberikan adalah yang bersifat alamiah.
f.       Awal pemberian harus diberikan dengan dosis rendah.
Masa menopause terkadang membuat sebagian wanita menjadi cemas, padahal sebenarnya hal ini tidak perlu dikhwatirkan karena datangnya menopause sebenarnya dapat di perlambat dengan cara mengatur dan memulai hidup sehat. Persiapannya antara lain :
a.       Olah raga secara teratur dan kontiunue dapat meningkatkan kekuatan fisik dan kekuatan tulang. Olahraga yang dapta dilakuakan antara lain jalan kaki, jogging dan senam.
b.      Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung kalsium dapat mengurangi resiko terjadinya pengeroposan tulang atau osteoporosis. Kalsium banyak di temukan pada susu tinggi kalsium banyak di temukan pada susu tinggi kalsium, keju dan kacang – kacangan.
c.       Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin   dapat meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh. Vitamin banyak ditemukan pada sayuran dan buah – buahan.
d.      Mengurangi konsumsi minuman yang banyak mengandung kafein, contohnya antara lain kopi, the dan minuman bersoda. Karena minuman ini dapat menghambat penyerapan kalsium dan zat besi.
e.       Tidak mengkonsumsi alkohol dan rokok karena kedua hal ini dapat mempercepat terjadinya menopause dan meingkatkan resiko terkena penyakit osteoporosis. 
f.       Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung kalsium dapat mengurangi resiko terjadinya pengeroposan tulang atau osteoporosis. Kalsium, keju dan  kacang – kacangan.
g.      Mengkonsumsi makan yang banyak 
(Wahyunita, 2010:100)
2.      Persiapan diri disaat Menopouse
Biasanya, kaum wanita merasa tidak nyaman pada tubuhnya ketika saat masa menopause.Berikut ini adalah beberapa tips dapat wanita menopause lakukan untuk mempersiapkan diri di saat menopause untuk meredakan rasa tidak nyaman tersebut :


a.       Olahraga
Dengan berolahraga, akan merasa lebih nyama. Namun, sebaliknya melakukan olahraga yang dapat menaikan denyut jantung, seperti serobic, jalan sehat, jogging, maupun renang. Lakukan olahraga ini sebanyak tiga kali seminggu dengan intensitas yang sesuai kondisi tubuh. Sebuah penelitian di Amerika Serikat, menunjukkan bahwa olahraga dapat membantu meredakan gejala pramenopause.   
b.      Konsumsi Kedelai
Kacang kedelai mengandung hormone estrogen alami (hormone wanita). Umumnya, persedian hormon dalam tubuh akan menurun dalam masa pramenopause. Jadi, kedelai yang mengandung hormon estrogen akan membantu tubuh mengatasi masalah tersebut. Karena itu, konsumsi susu kedelai merupakan salah satu cara yang sangat dianjurkan.
c.       Teknik Relaksasi
Teknik relaksasi dapat digunakan untuk meredakan beberapa gejala tidak nyaman saat masa pramenopause, seperti rasa panas dalam tubuh maupun cemas yang berkepanjangan. Pertama, pejamkan mata dan bernapaslah dengan dalam dan perlahan malalui kedua lubang hidung. Kedua, lakukan pola 4-7-8-4, yaitu, masukkan udara ke lubang hidung dengan empat hitungan (4), tahan selama tujuh hitungan (7), dan hembuskan udara melalui kedua lubang hidung secara perlahan dengan menggunakan delapan hitungan (8). Ketiga, ulangi lathan ini sebanyak empat kali. Keempat, lakukan teknik ini setiap pagi dan malam hari.
d.      Hidup sehat dengan tempe
Tempe adalah obat penyelamat bagi wanita saat menopause. Setiap perempuan pasti akan mengalami menopause. Jangan khawatir, anda bisa tetap tampil sehat dan cantik setelah menopause dengan mengkonsumsi tempe secara teratur.
Meskipun menopause adalah hal yang dialami, menurut  Baziad, sebelum dan setelah menopause merupakan hal tidak alami. Biasanya, keluhan yang muncul meliputi keluhan jangka pendek dan jangka panjang, Keluhan jangka pendek, seperti badan terasa panas (hot flushes), berkeringat, jantung berdebar – debar, perasaan takut, gelisah, libido menurun, kulit keriput, kolesterol meningkat, kegemukan, dan sakit saat melakukan orgasme. Sementara itu, keluhan jangka panjang meliputi pengeroposan tulang (osteoporosis), penyakit jantung oroner, kepikunan. Sebuah penelitian menunjukan bahwa konsumsi protein kedelai secara rutin dapat menurunkan kolesterol. Dan, tempe merupakan salah satu contoh makanan yang mudah ditemui sekaligus mengandung isovalon tinggi. Namun, ada syarat jika ingin mengkonsumsi tempe tanpa menghilangkan kandungannya. Bezaid mengungkapkan , ”Apabila ingin mendapat menfaat insovalon dari tempe, sebaiknya tempe diolah dengan cara di rebus atau dikukus. Manfaatnya akan berkurang kalau di goring. Sebab, minyak yang digunakan untuk menggoreng dapat menambah kadar kolesterol dalam darah.Anda juga bisa membuat olahan sayur dari tempe, semisal baceman. Untuk mengatasi masalah menopause, konsumsi isoflavon alami ini tidak ada patokan jumlah kedelai atau tempe yang harus dikonsumsi setiap hari, sehingga produk itu bisa di konsumsi setiap saat. Ternyata, untuk tampil cantik dan tampil sehat di masa menopause tidak sulit. Maka, tak ada salahnya jika anda memperbanyak konsumsi tempe mulai sekarang. (Adib, 2011:162)   

DAFTAR PUSTAKA
Adib M. (2011) Pengetahuan Praktis Ragam Penyakit Mematikan Yang Paling Sering Menyerang Kita. Anggita Kusuma Wardani. Yogyakarta
Baziad,  Ali (2003). Menopouse Dan Andrepouse. Yayasan Bina Pustaka. Jakarta http://azzakky.worddpress.com/2009/04/27//osteoporosis/
Camellia (2008). Osteoporosis. Diakses 24 Maret 2011.
Dwi (2010). Osteoporosis di Didunia. Diakses 26 Januari 2011.  http://idd.wikipedia.o/rg/wiki//menopause
Lissa (2011). Jumlah Menopause. Diakses 26 Januari 2011. www.menopause.org
Putri, Alissa (2009). Tetap Sehat di Usia Lanjut. Genius Printika. Yogyakarta
Waluyo, Srikandi (2010). 100 Questions & Answers Menopouse atau Mati Haid. PT  Elex Media Komputindo
Wahyunita, Vina Dwi (2010). Memahami Kesehatan Pada Lansia. Trans Info Media. Jakarta