Twitter Facebook Feed

ASUHAN KEPERAWATAN SIROSIS HEPATIS APLIKASI NANDA, NOC, NIC



KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr.wb
            Alhamdulillah puji syukur kita kepada Allah SWT yang telah memberikan berbagai nikmat dan berkahnya sampai sekarang. Sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik, insyaAllah.
            Dalam tugas ini akan dibahas sebuah kasus yang berhubungan dengan gangguan metabolisme tepatnya mengenai penyakit “Sirosis Hepatis”
            Hal ini penting dilatih dan dipelajari agar perawat dapat membuat langkah-langkah asuhan keperawatan dengan baik dan benar sesuai dengan diagnosa yang berhasilkan ditegakkan.
            Kasus yang dibahas dalam tugas ini akan menjabarkan langkah-langkah membuat asuhan keperawatan dengan mengangkat beberapa diagnosa keperawatan sesuai dengan panduan NANDA. Selain itu juga melampirkan tujuan yang akan dicapai dan tindakan yang dilakukan dengan panduan NOC dan NIC
            Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan penulisan tugas ini. Semoga contoh kasus ini dapat menjadi contoh dalam membuat asuhan keperawatan. Dan melatih perawat agar lebih terampil dalam mendokumentasikan segala tindakan.
            Penulis juga mengharapkan saran dan kritik yang membangun agar nantinya penulis bisa memperbaiki tugasnya dan nantinya dapat membuat asuhan keperawatan yang lebih baik lagi.

 Padang, 15Agustus 2011

                                                                                                               Penulis


BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Seorang perawat dalam menjalankan tugasnya sebagai pemberi pelayanan kesehatan harus terampil dalam menuliskan segala dan tindakan, perencanaan dan pengkajian yang dia lakukan tidak hanya memiliki kecakapan dalam komunikasi tetapi juga kepandaian dalam menuliskan asuhan keperawtan yang ia berikan.
Kurangnya pendokumentasian membuat kita tidak memiliki cukup bukti jika terjadi suatu kecelakaan yang berhubungan dengan klien yang kita rawat dan tindakan yang kita lakukan. Hal ini membuat kita mudah sekali menjadi pihak yang disalahkan dalam permasalahan tersebut
Selanjutnya kesalahan dalam menuliskan asuhan keperawatan yang diberikan akan membuat kesalahan berlanjut bagi asuhan keperawatan yang berikutnya. Karena asuhan keperawatan yang diberikan sekarang akan berpengaruh pada asuhan keperawatan selanjutnya.
Hal inilah yang mendorong mahasiswa untuk belajar dan berlatih membuat asuhan keperawatan secara tertulis dengan studi kasus yang dibuat dengan manifestasi klinis, penyebab, tanda dan gejala sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

1.2. Tujuan
a.       Mampu menuliskan asuhan keperawatan yang diberikan sesuai dengan panduan NAND- NOC-NIC
b.      Mampu menganalisis data yang diperoleh
c.       Mudah menetapkan diagnosa, perencanaan, dan tindakan yang dilakukan dalam asuhan keperawatan
d.      Melatih berfikir kritis dalam setiap permasalahan yang muncul dari pihak yang membutuhkan perawatan


BAB II
PEMBAHASAN

KASUS
Tn. Edi, berusia 45 tahun mendatangi sebuah rumah sakit pada tanggal 9 Agustus 2011. Bapak tersebut datang dengan keluhan :
1. Pembengkakan perut bagian kanan atas selama 1 bulan
2. Badan terasa letih, lemah, lesu sejak 1 bulan yang lalu
3. Terjadi penurunan berat badan
4. Tidak nafsu makan, mual dan muntah
5. Telapak tangan merah
6. Terjadi pembengkakan pada kaki sejak 15 hari yang lalu
7. Perubahan pada pengeluaran tinja
8. Mata dan kulit menguning sejak 15 hari yang lalu
9. Perut terasa cepat kenyang, terasa penuh dan tegang
Tn. Edi memiliki riwayat penyakit kuning dan ia merupakan alkoholik dan perokok. Diagnosa medis yang dapat ditegakkan adalah Sirosis Hepatis.

Pengkajian Kesehatan Menurut Fungsional Gordon
1.      Pola Persepsi dan Penanganan Kesehatan
Dalam kesehariannya, Tn. Edi memiliki kebiasaan merokok sebanyak 2 bungkus/hari, dan dia juga sering minum alkohol . Ketika merasakan sakit di perutnya, dia selalu mengkonsumsi obat promag (obat maag) yang di belinya dari warung terdekat tanpa anjuran dari dokter. Hal ini dilakukannya karena ia berangapan bahwa sakit yang ia derita adalah maag. Dalam riwayat kekeluargaan, hanya dia yang pernah menderita penyakit kuning. Alasan Tn. Edi datang kerumah sakit karena merasakan nyeri di abdomen yang naik hingga ke ulu hati.  Dia berharap ketika datang ke rumah sakit maka akan mendapatkan perawatan yang maksimal dari para medis sehingga bisa mengurangi nyeri dan menyembuhkan penyakitnya.

2.      Nutrisi dan Metabolik
a. Diet atau mengonsumsi suplemen khusus : tidak ada
b. Tidak pernah mendapatkan intruksi diet sebelumnya
c. Nafsu makan menurun dan sering mual, tidak terdapat kesulitan dalam menelan
d. Terjadi perubahan berat badan selama 6 bulan , namun tidak dapat terkaji
e. Tidak ada riwayat maslah kulit/penyembuhan dan pantangan atau alergi
f. Mulai terjadi pembengkakan dan rasa sakit pada perut bagian kanan atas
g. Tn. Edi hanya menghabiskan 3 sendok makan dalam 1 porsi makanan
h. intake cairan menurun kurang dari 8 gelas per hari

3. Eliminasi
a.    Kebiasaan defakasi : 1xsehari , dengan warna yang agak kehitaman
b.    Konsistensi tinja : lunak
c.    Kebiasaan berkemih : < 5x / hari, tidak menggunakan alat bantu , warna pekat
seperti teh.
d.   Terjadi perubahan pada pengeluaran tinja

4. Aktifitas dan Latihan
Semua aktivitas sehari-hari dalam pemenuhan kebutuhannya, Tn. Edi masih memerlukan bantuan dari keluarga.  Karena saat ini Tn. Edi merasakan lemah dan di tambah dengan nyeri yang masih terasa sehingga belum bisa beraktifitas. Tn. Edi juga jarang melakukan olahraga. TD : 120/70 , suhu : 37,4 C, nadi : 84 x /menit, Pernafasan : 20x/menit

5. Tidur dan Istirahat
  1. Tn. Edi merasa tidurnya kurang efektif dan kurang nyenyak
  2. Sering terbangun di malam hari
  3. Pola istirahat yang tidak teratur , dan diperkirakan hanya memiliki waktu tidur selama 5 jam/ hari.
  4.  Merasa nyeri ketika mau tidur sehingga sering tidak nyaman ketika tidur dan mengalami ketidakefektifan dalam waktu istirahat dan tidur.

6. Kognitif – Persepsi
  1. Memiliki kemampuan menulis dan membaca
  2. Bahasa yang digunakan adalah bahasa daerah dan bahasa indonesia
  3. Pendengaran dan penglihatan masih dalam batas normal
  4. Memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dan memahami dengan baik
  5. Tidak di temukannya sensitivitas terhadap dingin, dan panas.
f.       Ketidaknyamanan yang disebabkan : nyeri kronik, nyeri (seperti tertusuk-tusuk naik ke ulu hati)
g.      Mata ikteris, konjungtiva enemis
h.      Dalam keadaan sadar (compos mentis)
i.        Edema pada dorsalis pedis

7. Persepsi diri – Konsep diri
  1. Tn. Edi merasa tidak nyaman dengan kondisi dia sekarang, merasa cemas akan penyakitnya, rendah diri karena yang selama ini bisa melakukan aktivitas sendiri, setelah mendapatkan penyakit menjadi tidak berdaya.
  2. Tn. Edi terbebani dengan biaya rumah sakit ketika ia dirawat akan membutuhkan biaya yang relatif mahal.

8. Peran – Hubungan
Tn. Edi memiliki usaha grosiran, dan grosiran tersebut di tutup karena saat ini, dia lagi dirawat. Tn. Edi saat ini sangat dekat dengan keluarga intinya, selalu menceritakan masalahnya dengan istri dan melakukan metode musyawarah dengan pengambilan keputusan bersama dalam keluarga. Tn. Edi tidak memiliki kegiatan sosial.

9. Seksulaitas dan Reproduksi
            Tn. Edi tidak dapat melakukan hubungan seks seperti biasanya, karena ia merasa tidak nyaman dan nyeri dibagian perutnya.

10. Koping – Toleransi stres
  1. Tn. Edi selalu mendapatkan apa yang ia inginkan
  2. Dalam jangka panjang , tidak ada cita-cita yang akan dicapai
  3. Menurut istri, Tn. Edi termasuk suami yang tidak pemarah, penyayang dan tenang.
  4. Tidak pernah mengonsumsi obat penenang atau semacamnya

11. Keyakinan – Nilai
  1. Agama yang dianut Tn. Edi adalah agama islam.
  2. Tn. Edi memiliki pantangan terhadap makanan dan minuman sesuai dengan keyakinan yang dianut
  3. Lingkungan sosial Tn. Edi kurang kondusif untuk mengurangi kebiasaan merokok dan minum alkohol  

Diagnosa Keperawatan Menurut Analisis Data
Analisa Data
Diagnose Berdasarkan NANDA
DS :
a)      klien mengatakan tidak ada nafsu makan dan mual
b)      Klien mengatakan tidak pernah mendapatkan instruksi diet
c)      Klien mengatakan adanya rasa sakit pada perut bagian kanan atas
DO :
a)      Jumlah makanan yang dimakan tidak sesuai anjuran ( hanya menghabiskan 3 sendok makan dalam satu porsi makan )
b)      Terjadi penurunan berat badan

Gangguan  keseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan anoreksia dan gangguan saluran pencernaan
DS :
a)      Klien mengatakan terjadi pembengkakan pada kaki sejak 15 hari yang lalu
DO :
a)      Edema pada tungkai
b)      Asites
c)      Kulit klien ikteris (kuning)

Gangguan integritas kulit yang berhubungan dengan kerusakan status imunologi, edema, dan nutrisi yang buruk
DS :
a)      Klien mengatakan kelelahan
b)      Klien mengatakan nyeri yang mengakibatkan belum bisa beraktivitas
c)      Klien mengatakan jarang melakukan olahraga
DO :
a)      Lemah dan lesu
b)      Semua aktivitas klien sehari-hari dibantu oleh keluarga

Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan secara umum dan penurunan massa otot
DS :
a)      Klien mengeluh sakit pada bagian abdomen sebelah kanan atas seperti tertusuk-tusuk naik ke ulu hati
DO :
a)      Pembengkakan perut bagian kanan atas
b)      Perut terlihat tegang dan keras bila diraba di bagian kanan atas
c)      Kesulitan tidur karena menahan sakit/nyeri
Nyeri kronik berhubngan dengan kerusakan hati/gangguan fisiologi


Perencanaan dan Intervensi Asuhan Keperawatan Menurut NOC-NIC
Diagnosa Keperawatan
NOC
(Kriteria Evaluasi yang diharapkan)
NIC
(Intervensi)






Gangguan integritas kulit yang berhubungan dengan kerusakan status imunologi, edema, nutrisi yang buruk

1.     Temperatur suhu tubuh dalam batas normal
2.     Warna kulit dalam batas yang diharapkan ( tidak kuning & kemerahan )
3.     Kulit utuh ( tidak ada luka atau lecet )
4.     Tekstur kulit dalam batas yang diharapkan
5.     Ketebalan kulit dalam batas yang diharapkan
6.     Perfusi jaringan dalam batas yang diharapkan.
7.     Mengurangi edema
 Intervensi:
ΓΌ Menjaga Integritas Jaringan Kulit dan Membran Mukosa

Aktivitasnya:
1.      Memeriksa kulit dan membran mukosa dari kemerahan, edema, atau kekeringan
2.      Mengamati warna kulit dan suhu kulit
3.      Catat perubahan kulit dan membran mukosa
4.      Jaga pakaian klien agar tidak terlalu ketat dan tebal
5.      Periksa infeksi terutama wilayah yang edema
6.      Periksa sumber tekanan dan pergesekan
7.      Atur posisi bagian yang mengalami edema dengan menaikan posisinya.








Gangguan  keseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan anoreksia dan gangguan saluran pencernaan
1.      Asupan nutrisi mencukupi
2.      Asupan makanan dan cairan mencukupi
3.      Asupan makanan dan ciran ke dalam mulut sesuai kebutuuhan
4.      Asupan kalori, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, zat besi dan kalsium tercukupi
5.      Berat badan meningkat
6.      Pasien mengungkapkan secara verbal telah kembali berenergi
ΓΌ  Memberikan atau membantu dengan asupan makanan dan cairan yang seimbang

     Aktivitasnya:
1.      Membantu pasien dengan menanyakan apakah ia mempunyai alergi terhadap makanan
2.      Memastikan pasien memakan makanan yang sesuai dengan kebutuhannya
3.      Memberikan asupan kalori sesuai dengan kebutuhan tubuh serta aktifitas
4.      Memberikan peningkatan asupan zat besi pada makanan sesuai kebutuhan
5.      Memberikan peningkatan asupan protein dan vitamin C pada makanan sesuai kebutuhan








Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan secara umum dan penurunan massa otot
1.      Warna kulit dalam keadaan normal
2.      Kecepatan berjalan pada kaki normal
3.      Tolaransi pada saat naik tangga baik
4.      Kekuatan baik
5.      Aktivitas dalam sehari-hari mampu dikerjakan
6.      Kemampuan berkomunikasi saat beraktivitas berat bisa tercapai
ΓΌ  Memperbaiki respon terhadap penggunaan energy, perpindahan tubuh, meliputi kehendak atau keinginan aktivitas biasa

Aktivitasnya:
1.        Memantau masukan nutrisi untuk memastikan sumber energy yang adekuat
2.      Memantau pola tidur dan kuantitas tidur
3.      Memantau lokasi dari ketidaknyamanan/nyeri selama beraktifitas
4.      Melakukan penilaian pada jadwal istirahat
5.      Memantau bukti dari kelelahan secara fisik dan emosional
6.      Dukung alternative priode aktivitas dan istirahat
Nyeri kronik berhubngan dengan kerusakan hati /gangguan fisiologi
1.   Mengenal faktor yang menyebabkan nyeri
2.   Mengurangi ukuran dan frekuensi nyeri nyeri
3.   Dapat menggunkan obat analgesic yang tepat
4.   Laporan tentang rasa nyeri berkurang sesuai ungkapan verbal dari klien
5.   Melihat tanda berbahaya untuk memberi perawatan
ΓΌ Meringankan nyeri atau mengurangi nyreri menuju tingkat nyaman yang diterima oleh klien

Aktivitasnya :
1.    Kaji dan catat karakteristik, lokasi, durasi dan frekuensi nyeri
2.    Tentukan faktor predisposisi dan presipitasi nyeri
3.    Kaji efek nyeri terhadap gaya hidup klien dan kebiasaan makan
4.    Ajarkan klien menggunakan analgesic secara mandiri (sering narkotik) atau obat lain sesuai instruksi
5.    Gunakan metode mengontrol nyeri tanpa memakai obat untuk meningkatkan relaksasi seperti teknik distrasi, imaginasi dan relaksasi otot progresif
6.    Kaji respon klien terhadap pengawasan nyeri (alat ukur), dan rujuk pada penatalaksanaan klinik nyeri kronis, jika diindikasikan





BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Asuhan keperawatan yang terdiri dari proses pengkajian, diagnosa,  perencanaan, intervensi, dan evalusi tidak hanya dipraktekkan tapi juga dijabarkan secara tertulis. Seorang perawat tidak hanya terampil dalam berkomunikasi tapi juga mampu menjadi penulis yang baik sesuai dengan pedoman yang telah ada.
Menyelesaikan suatu kasus sesuai dengan asuhan keperawatan, mengajarkan kita menjadi perawat yang tidak hanya mengarang dan mengira-ngira kondisi yang terjadi pada klien. Tapi sesuai dengan pedoman yang telah jelas dan tepat mengidentifikasi kondisi yang terjadi pada klien
Data yang telah dikumpulakan dari berbagai sumber harus kita analisa dan identifikasi dengan tepat agar dapat memunculkan diagnosa dan tindakan yang tepat. Sehingga mempercepat penyembuhan kondisi klien.
Asuhan keperawatan yang diberikan dapat berubah kapan saja sesuai respond an kebutuhan klien. Maka jadilah perawat yang menguasai berbagai tindakan keperawatan dengan melatihnya mengerjakan kasus-kasus yang telah dirancang sedemikian rupa sesuai dengan kondisi sebenarnya.

3.2. Saran
            Belajar mengerjakan kasus seperti ini sangat melatih kita, sebelum kita diterjunkan secara langsung di rumah sakit. Maka dari itu perbanyaklah membuat kasus dengan analisa yang tepat lalu identifikasi data yang ada sehingga membiasakan kita untuk berfikir kritis dalam setiap permasalahan yang muncul.



DAFTAR PUSTAKA
NANDA (Nursing Diagnoses Definition and Classification), 2009-2011
NOC (Nursing Outcome Classification), second edition
NIC (Nursing Interventions Classification), second edition
Price, Sylvia Anderson. 2005. Patofisiologi. Ed. 6.  Jakarta. EGC

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan Komentar yang baik dan jangan Spam